NAVIGASI

Jumat, 29 Agustus 2014

DUKA UNTUK SANG GURU YANG LANGKA


By Nanik S Deyang

Semalam saya masih bisa mengenang beliau tanpa air mata, tapi tadi pagi tangis saya jebol, saat Pak Prabowo memimpin untuk mengheningkan cipta untuk "SANG GURUKU" Prof Suhardi, Ketua Umum Gerindra. Dadaku makin sesak manakala suara Pak Prabowo makin parau, dan pecah menjadi tangis, saat mengucapkan selamat jalan untuk sang sahabat yang suka menyanyi, Cucak Rowo ini.

Bagi saya pribadi, dibanding Pak PS saya lebih lama mengenal Prof Suhardi, saya mengenal sebelum Prof Hardi berkeluarga, dimana kala itu beliau masih sebagai Doktor, karena beliau dosen pembimbing saya. Memang saya agak aneh, saya kuliah aslinya di Fakultas Bilologi Unsoed Purwokerto, dosen pembimbing saya Prof Hardi, Dosen Kehutanan UGM. Walhasil di akhir kuliah saya tiap minggu bolak-balik Purwokerto-Yogja.

Mungkin karena saya "anak bimbingannya" yang paling nyleneh, dan kebetulan dari penelitian yang saya ambil, saya yang paling bagus dibanding mahasiswanya sendiri dari UGM, sehingga saya menjadi "anak emas" beliau, hingga saya disponsori untuk mendapatkan bea siswa melanjutkan sekolah ke tempat beliau sebelumnya mengambil master dan doktor.

Karena menjadi anak didiknya yang paling tomboy dan arogan mungkin, Pak Hardi selalu memantau saya, takut kebablasan bandelnya. Dan belia juga sangat tau saya manusia yang gak bisa diarahkan, itulah sebabnya beliau tetap mendukung, ketika saya tidak mau meneruskan mengambil master, meski sudah susah payah beliau membantu saya. Dan ketika akhirnya saya lebih memilih menjadi wartawan, jauh dari penelitian dan disiplin ilmu saya, beliau hanya bilang.."Deyang kamu itu manusia mandiri , pasti kamu tau mau kemana kamu melangkah" .

Ketika menjadi wartawan, dan saya sempat di Iran, saya putus kontak, hingga kebetulan saat saya ke Yogja, saya bertemu beliau di Bandara Adi Sucipto. Dan seperti biasa di hadapan kawan-kawan saya, dan kawan beliau, Prof Hardi, selalu membanggakan saya, "Ini lho anak didik saya yang paling bandel, Dia sangat mandiri dan pekerja keras" ...Hingga wafat mungkin sudah ratusan kali, setiap bertemu orang beliau selalu membanggakan saya. Bahkan mungkin orang yang dengar juga bosan, saking seringnya beliau membanggakan saya.

Tahun 2001, saat beliau diangkat menjadi Dirjen, beliau menelpon saya . Tentu saya kaget kok beliau sudah melambung menjadi Dirjen, rupanya Gus Dur melihat "PERMATA" langka ini. Sayangnya rezim Gus Dur digulingkan, sehingga menteri kehutanan yang kala itu Marzuki Usman diganti, dan beliau juga ikut diganti. Sejak tidak menjabat Dirjen beliau memang aktif di HKTI.

Profesor Doktor Suhardi MSc, boleh dikatakan manusia langka di Indonesia. Beliau bukan hanya sangat cerdas karena menjadi doktor masih dalam usia yang sangat muda, padahal waktu itu tidak seperti sekarang, untuk menjadi Doktor cukup makan waktu lama. Apalagi penelitian yang diambil Prof Hardi, termasuk kala itu masih langka yaitu tentang enzim yang dikeluarkan oleh suatu jamur yang bisa menyuburkan tanah-tanah yang tandus, sehingga tanah yang tandus bisa dihutankan, atau dihijaukan.

Selain cerdas, Profesor yang kami suka ledek berstyle "Ndesit" ini, juga sangat sederhana, rumah beliau yang ditempati di Yogja saat ini itu ya rumahnya saat awal beliau punya rumah. Belakangn rumah tersebut ditambahi pendopo. Bahkan saat menjadi Dekan Fakultas Kehutanan UGM, ke Kampus pun beliau hanya naik sepeda. Dan saat menjadi Dirjen, beliau hanya indekos saja di Jakarta.

Profesor yang rendah hati, dan tidak pernah menyakiti siapapun, serta selalu santun ini, mencintai Indonesia luar biasa. Beliau punya keyakinan Indonesia bisa makmur apabila pertanian di Indonesia digarap dengan sebenar-benarnya.
Beliau tidak ingin rakyat kita jadi TKI. Beliau ingin Indonesia menguasai dunia dalam hal komonditas pertanian, jadi bukan seperti sekarang kita impor berbagai komonditas pertanian, tapi sebaliknya kita yang harusnya bisa impor, karena lahan kita dan iklim kita itu paling bagus untuk mengembangkan bidang pertanian. Semua tanaman bisa tumbuh baik di Indonesia.

Saking cintanya di bidang pertanian, beliau sampai SUMPAH GANDUM. Dimana seumur hidupnya beliau tidak pernah mau makan mie atau roti yang terbuat dari tepung gandum . Sebaliknya beliau sangat konsentrasi mengembangkan tanaman polo pendem (semua tanaman umbi-umbian seperti singkong, ubi, talas dll). Bahkan saking konsentrasinya meneliti Ketela, beliau dapat sebutan "Prof Telo atau Ketela".

Mengapa Prof Haradi anti gandum, karena menurutnya gandum membuat anak-anak tidak sehat, dan bisa menjadi penyebab autis (saya lupa persisnya tapi banyak tulisan Prof Hardi, berkait dengan kebenciannya pada Gandum). Tak hanya itu, gandum yg 100 persen diimpor oleh Indonesia tersebut telah menguras devisa negara yg jumlahnya sangat besar, karena rakyat Indonesia sudah "dicekoki" produk gandum sejak dini, sehingga tingkat ketergantungan mengkonsumsi gandum sangat tinggi.

Di luar itu, impor gandum yang besar, membuat harga-harga produk pertanian kita rendah, akibatnya petani malas bertani, dan pada saat petani malas, justru yg masuk adalah produk impor. Prof Hardi meyakini, hancurnya pertanian kita, karena memang sdh diskenario oleh negara-negara Kapiatlis, sehingga sektor pertanian kita hancur lebur, padahal kita negara agraris.

Bila sudah bercerita soal pertanian dan lahan kita yg hancur, beliau bisa kuat berjam-jam, bahkan kadang sampai menangis merasakan keadaan negara Indoneisa, dan juga nasib petani kita.

Oh ya dalam penelitiannya, beliau menemukan bahwa Ketela mengandung Kalsium lebih tinggi dibanding komonditas yang mengndung karbohidrat lainnya, sehingga anak-anak yang sejak dini diberi makan ketela, bukan saja terbebas dari berabagi penyakit berat seperti autis, tapi tulangnya juga kuat. Profesor Suhardi sering berleleh-leleh air mata, mengetahui akhirnya ketela pun harus kita impor, padahal di Indonesia ketela ditancap tanpa dikasih pupuk pun bisa tumbuh dengan baik.

Bagaimana peneliti dan pendidik ini kemudian sampai terjun ke dunia politik meningalkan posisinya sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM? Di HKTI-lah Prof Suhardi yang pengurus HKTI DIY bertemu dengan sang Ketua Umum HKTI, Prabowo Subianto. Bahkan kalau mau jujur, cikal bakal partai Gerindra tersebut bermula dari ngototnya Prof Hardi yang ingin membuat partai yang bisa menyuarakan kepentingan petani dan nelayan.

Mengapa harus membuat partai? Karena Prof Hardi merasa, selama ini tidk ada satu pun partai yang secara serius membela nasib petani dan nelayan. Sehingga nasib pertanian, peternakan, dan perikanan kita hancur lebur, padahal Allah SWT sebetulnya memberikan kekayaan yang luar biasa pada negara kita di bidang itu.

Saat disodorkan proposal pertama Pak Prabowo tidak tertarik, apalagi Pak Prabowo juga tidak tertarik terjun ke politik. Namun Fadlizon yang kala itu sering mendampingi Pak Prabowo di HKTI, ikut mendorong Pak Prabowo untuk membuat Partai.

Sementara meski proposalnya ditolak, Pak Hardi tidak patah arang, setiap bertemu Pak Prabowo, beliau selalu menanyakan proposalnya, dan akhirnya Pak Prabowo "nyerah", namun kemudian Pak Prabowo minta ke Prof Suhardi, supaya nama partainya jangan Partai Tani dan Nelayan, supaya partai baru tersebut bisa memperhatikan juga bidang lain dan rakyat lain yang berfrofesi di luar tani dan nelayan bisa ikut dibela . Selanjutnya setelah melalaui berbagai perenungan, Pak Prabowo mengusulkan nama Gerindra.

Saat nama Partai sudah diketemukan , dan organisasi mulai disusun, Pak Prabowo belum terlintas memilih Prof Suhardi sebagai Ketua Umum Partai, apalagi beliau kala itu sebagai Dekan, dan belum punya pengalaman mengelola Partai. Namun sebuah cerita UNIK dan AJAIB terjadi.

Suatu kali dalam acara di Yogja, Pak Prabowo mampir ke rumah Prof Suhardi. Saat melangkah masuk ke rumah Prof Suhardi, Pak Prabowo yang semula sudah heran dengan sederhananya Rumah Prof Suhardi, dibuat tercekat ketika melihat isi rumah Profesor yang sangat sederhana, dan lantainya masih dari TEGEL lama yang warnanya putih kusam. Pak Prabowo makin bengong, ketika numpang kencing dan masuk kamar mandi ternyata ternyata WC Profesor masih WC Jongkok. Dan di Dalam kamar mandi itulah Pak Prabowo memutuskan bahwa Prof Suhardi-lah yang akan dipilih Menjadi Ketua Umum Gerindra.

"Bayangkan seorang mantan Dirjen, dan seoarang dekan dari Universitas Terkemuka, rumahnya masih pakai Tegel lama, dan klosetnya bukan yang duduk, tapi yang jongkok. Jadi jangan anda bayangkan di dalam kamar mandi itu ada shower dll... waduh yang ada juga gayung," kata Pak Prabowo . Dan cerita proses menentukan Pak Hardi sebagai Ketum Geirndra yang unik ini, sering diceritakan Pak Prabowo bila bertemu siapapun. Bahkan di Partai Gerindra sampai ada joke, kalau mau jadi Ketum buat dulu WC jongkok, dan kalau Pak Prabowo mampir ke rumah, persilahkan kencing di kamar mandi yang klosetnya jongkok.

Namun suatu kali Pak Prabowo pernah bercerita pada saya, bahwa dia memilih Pak Hardi, bukan saja lantaran Prof ini cerdas, sederhana, dan jujur, tapi Pak Prabowo punya keyakinan bahwa Profesor yang sabar ini bisa mengayomi semua orang di partai, sehingga potensi gejolak di partai bisa diredam.

Tak hanya itu, Pak Prabowo juga yakin, Profesor bukanlah orang yang akan menusuknya dari belakang atau menjadi pengkhianat. Saking sayangnya dengan Profesor, ketika mulai ada yang mulai ada yang mengutak-atik posisi Profesor sebagai Ketua Umum, Pak Prabowo pun mencari akal tidak menyelengarakan Munas, sehingga pemilihan Ketua Umum, masih dalam otoritasnya, sebagai Ketua Dewan Pembina.

Sebagai orang yang tidak pernah berkecimpung di partai mana pun, 6 tahun memimpin Gerindra, dan partai baru itu kini sudah menjadi nomer 3, tentu prestasi yang luar biasa bagai Profesor, apalagi partai ini, merupakan partai baru. Tak heran, Pak Prabowo sangat terpukul, dan tangisnya meledak, saat kehilangan sahabat terkasih yang dipercayainya.

Saat ditanya wartawan tadi pagi di DPP Gerindra, usai melepas sahabatnya untuk dimakamkan di Yogja, Pak Prabowo terbata-bata dan sulit menjawab, ketika wartawan menanyakan apa yang paling berkesan dari Prof Suhardi.

Pak PS mengatakan, terlalu banyak menceritakan kelebihan Profesor, bahkan sulit mencari orang seperti Profesor. Bagaimana tidak? Profesor pekerja keras yg sangat jujur.

Selama menjadi Ketua Umum Partai, dari 500 kantor cabang Gerindra 400 di antarnya sudah didatanginya, padahal lokasinya kadang harus dicapai dengan naik ojek atau harus ditempuh dengan kendaran darat yang memakan waktu berjam-jam.

"Tak hanya bekerja keras, beliau itu manusia paling jujur. Bayangkan mana ada jaman sekarang orang dapat biaya jalan ke luar kota kalau ada sisa dikembalika, tapi pak Hardi itu kalau uang jalan sisa, dikembalikan " kata Pak Prabowo menahan tangisnya.

Melihat Pak Prabowo yg berjalan dengan kaki yang lunglai, saya pun yang kebetulan di dekatnya seperti merasakan, betapa kehilangannya Pak Prabowo atas sosok Prof Suhardi. Rasa sesal pun mulai menyelimuti hati saya, mengapa orang yang begitu tulus pada saya itu selalu saya tolak niat baiknya. Dulu dia mati-matian saya bisa mengambil master, diusahkan saya bisa mendapatkannya dengan gratis, saya menolaknya.

Kemudian tahun 2009 sampai beliau buatkan saya kartu Gerindra, dan minta saya Nyaleg saya juga menolak, padahal beliau dengan sabar terus menilpon saya hingga detik-detik penutupan. Dia hanya minta saya datang ke kantor Gerindra untuk tanda tangan.

Oh ya saya juga menolak, ketika beliau merekomendasikan saya menjadi eksekutf di perusahan pulp and paper di sebuah perusahaan besar. Ah ketulusan itu selalu saya balas dengan ledekan dan arogansi, kini saya seperti pak Prabowo kehilangan seorang yang tulus dan sangat luar biasa baik.

Selamat jalan Prof, hari ini saya baru sadar banyak hal kebaikkan yang telah engkau berikan padaku, maafkan muridmu yang bengal ini Prof semoga Allah SWT memberimu tempat di Surga, karena kemuliaan hatimu.
Read More

Kamis, 28 Agustus 2014

Ternyata Jokowi Sudah Teken Kontrak Terkait Freeport Sebelum Pilpres


Mayoritas suara Pilpres 2014 di Bumi Cenderawasih mengalir ke Joko Widodo alias Jokowi. Di Provinsi Papua, Jokowi menang telak dengan perolehan suara 72,49 persen, sementara di Provinsi Papua Barat unggul dari Prabowo Subianto dengan mendapat 67,63 persen suara.

Belakangan terbongkar soal strategi Jokowi mendulang kemenangan di Papua. Salah satu strateginya adalah menandatangani kontrak politik terkait operasi Freeport, perusahaan tambang asal Amerika Serikat di Papua.

"Jokowi janji akan memindahkan smelter Freeport ke salah satu kota di Papua, tapi belum tahu akan dibuat di kota mana. Pekerja (Freeport) rekam pembicaraan mereka dengan Jokowi," ujar seorang sumber kepada redaksi rmol tadi malam (Kamis, 25/7).

Freeport berencana akan PHK 50 persen pekerja tambang lapangannya. Selama ini rencana PHK selalu dikait-kaitkan karena Freeport tidak mau membangun smelter. Freeport sendiri memang sama sekali tidak berencana dan berkeinginan membangun smelter karena menurut mereka kewajiban tersebut sudah dipenuhi tahun 1995 ketika Smelter Gresik beroperasi, dimana 75% nya diurus Mitsubishi dan 25% Freeport McMoran.

Tidak mau berurusan dengan arbitrase dan urusan lain-lain dengan pemerintah, Freeport secara terpaksa belakangan mau membangun smelter lagi. Smelter akan bangun di Gresik, Jawa Timur. Daerah Gresik dipilih karena faktor bisnis dimana di sana tersedia energi gas. Pertimbangan lainnya karena faktor lingkungan dimana produk buangan smelter berupa H2SO4 atau asam sulfat pekat yang sangat beracun dapat dikelola langsung oleh Pupuk Gresik sebagai salah satu bahan utama pembuatan pupuk.

Janji Jokowi membangun smelter di Papua tidak tepat. Juga, tidak tepat upaya Jokowi mengatasi rencana 50 persen PHK pekerja Freeport dengan membangun smelter di Papua.

"Kalau bangun di Papua sama saja bohong, karena gak ada sumber energi yang tersedia, gak ada pembangkit listrik se pulau Papua selain menggunakan solar dan batubara impor dari kalimantan, serta pengelolaan lingkungan yang beresiko tinggi karena hasil buangan smelter harus secara khusus dilakukan pengelolaan dengan biaya tinggi," papar sumber yang paham betul soal seluk beluk Freeport Indonesia itu.

Diingatkan, smelter merupakan pabrik yang mengandalkan mekanisasi dan otomatisasi. Pabrikasi tidaklah padat karya. Paling banyak smelter hanya akan memiliki tenaga kerja 600 orang, atau jauh lebih kecil dari jumlah tenaga kerja pabrik panci Maspion, atau pabrik garment kelas menengah di Bandung.

"Mungkin saja Jokowi dan Freeport main mata soal smelter akan dibangun di Papua. Untung untuk Jokowi dapat suara banyak di timur. Untuk Freeport biar rugi sedikit asal dapat kepastian di perpanjang sampai 2041," demikian sumber itu menutup perbincangan dengan redaksi..
*rmol

Read More

Akibat Dukung Jokowi, Ratusan Kyai NU Sepakat Tolak 'Cak Imin' Kembali Jadi Ketum PKB


Kecewa dengan kepemimpinan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Ketua Umum PKB, ratusan Ulama senior NU di Jawa Timur menyatakan akan menolak keras rencana memilih kembali Cak Imin sebagai Ketua Umum pada Muktamar PKB yang akan berlangsung 31 Agustus mendatang.

Para Ulama yang terdiri dari dewan Syura PKB dan dewan Syuriah NU tersebut menilai bahwa saat ini PKB telah jauh melenceng dari nilai-nilai aspirasi perjuangan bangsa karena saat ini telah dimanfaatkan oleh orang-orang yang haus kekuasaan dan ingin memperkaya diri sendiri.

"Gus Dur dan para ulama NU mendirikan PKB sebagai alat perjuangan untuk rakyat, negara dan bangsa. Bukan tempat cari makan atau memperkaya diri pengurusnya sendiri," ujar Ketua Syuriah PWNU Jatim KH Miftahul Ahyar, di hadapan ratusan Kyai senior NU di PP Buduran, Sidoarjo, Jumat (22/8).

Untuk itu, pada Muktamar PKB 31 Agustus nanti para Kyai NU menuntut untuk mengembalikan partai kepada Kyai dan hanya memilih sejumlah anggota Dewan Syura DPP PKB, sementara Ketua Umum Tanfidz ditunjuk oleh sejumlah Dewan Syura Terpilih.

Pertemuan penting ratusan Kyai tersebut nampak dihadiri oleh Ketua Syuriah PWNU Jatim KH Miftahul Ahyar dan Ketua Dewan Syura DPW PKB Jatim Gus Salam, dan dihadiri oleh Ketua Dewan Syura DPP PKB KH Azis Mansur, dan sejumlah kiai kharismatik lainnya.

Para Kyai menilai kebijakan-kebij
akan Muhaimin Iskandar sebagai Ketum PKB tidak lagi sealur dengan tujuan awal pendirian PKB, yakni untuk kepentingan agama, bangsa, dan negara. Kebijakan Cak Imin untuk merapat ke kubu Joko-Kalla dinilai para kyai sebagai pengkhianatan terhadap cita-cita Gus Dur, para Kyai, dan para pendiri PKB lainnya.

"Gus Dur saja dikhianati apalagi orang lain seperti kami ini," ujar sejumlah Kyai yang hadir.

Karena itulah beberapa kiai memandang perlu evaluasi menyeluruh, apakah PKB masih efektif sebagai alat perjuangan NU ataukah tidak.

"Kalau posisi Dewan Syura tidak diperkuat dan tidak bisa mengontrol PKB, Kyai-Kyai tidak percaya lagi dan telah bersepakat akan mengevaluasi dukungan politiknya terhadap PKB," tegas KH Miftahul Ahyar.

QS: muhammad 25-38

إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَى لَهُمْ (٢٥) ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الأمْرِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ (٢٦) فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ (٢٧) ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ (٢٨)أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ (٢٩)

Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran/ murtad) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka? Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.

Read More

Review kenaikan harga BBM JK ternyata ganas juga


Ternyata JK ganas juga. Dalam 5 tahun sbg wapres SBY di tahun 2004-2009 JK menaikkan harga BBM sebanyak 3 kali dari Rp 1810 jadi Rp 6000. Dalam 5 tahun BBM naik 3000% lebih!
Untung SBY tidak memakai JK sbg Wapres di tahun 2009. Setelah itu SBY justru menurunkan Premium jadi Rp 4500/ltr. Di masa itu hanya sekali SBY menaikkan harga sehingga jadi Rp 6500/ltr seperti sekarang.
Dari foto ini kita tahu siapa yang senang menaikkan harga BBM.

Kenaikan Harga BBM Bikin Rakyat Susah
http://infoindonesiakita.com/2014/08/25/kenaikan-harga-bbm-bikin-rakyat-susah/

PDIP: 2013 Tolak Kenaikan Harga BBM, Sekarang Dukung
http://infoindonesiakita.com/2014/08/23/pdip-2013-tolak-kenaikan-harga-bbm-sekarang-dukung/


Jokowi akan menaikkan harga BBM "Subsidi" hingga Rp 9.500/liter. Cuma beda Rp 300/ltr dengan harga bensin di Gulf Coast, AS...
Di Malaysia harga bensin Oktan 95 Rp 7800/liter (Di Indonesia Bensin Oktan 95 Rp 12.000/ltr). Di Brunei Rp 4.600/ltr.

Di AS harga bensin Rp 9800/liter itu Non Subsidi...
Harga Bensin di Indonesia akan sama seperti di Amrik sepertinya...

Jokowi Siapkan Opsi Kenaikan Harga BBM Tertinggi Rp 3.000
Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Indonesia Rp 6.500 per liter. Harga ini merupakan yang termurah di kawasan ASEAN. Di negara lain harga BBM bersubsidi mencapai Rp 9.300 per liter. Perbedaan yang jauh ini membuat pemerintah berencana menaikkan harga BBM.
http://m.liputan6.com/indonesia-baru/read/2097326/jokowi-siapkan-opsi-kenaikan-harga-bbm-tertinggi-rp-3000

Harga Bensin di AS:
Gulf Coast (PADD3) US$ 3,2/gallon atau Rp 9800/ltr
http://www.eia.gov/petroleum/gasdiesel/

http://infoindonesiakita.com/2014/08/25/kenaikan-harga-bbm-bikin-rakyat-susah/

Harga Bensin di Seluruh Dunia:

http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_and_diesel_usage_and_pricing
Read More

Pertemuan rahasia McCain dengan Ketua MPR dari PDIP, Sidarto Danusubroto


Yang luput dari media..

Mungkin rasanya aneh bicara sikap pengecut TNI di balik kekalahan Prabowo-Hatta. Tapi ada koneksi yang kuat.

Waktu pengumuman sidang MK, TNI menyiagakan 23 ribu personel (BKO ke Polri). Belum pasukan cadangan yang disiagakan. Seolah, pendukung Prabowo kayak PKI yg hobi teror, main ancam, anarkhis.

Kita tahu, TNI punya akidah “NKRI harga mati”. Tapi mereka sndiri sejak peristiwa “Ganyang Malaysia” tahun 60-an belum pernah PERANG LAGI melawan negara eksternal. Hampir 50 tahunan tidak perang melawan orang luar.

Saat senator Amerika John McCain datang ke Indonesia, dia bertemu Ketua MPR dari PDIP, Sidarto Danusubroto. Untuk apa McCain datang bertemu Ketua MPR? Karena MPR selama ini kan menjaga 4 pilar bangsa: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

McCain cuma menyenggol isu NKRI sedikit. Kalau dalam bahasa prokem kira-kira begini: “Lu mau NKRI tetap utuh, atau Prabowo jadi presiden? Silaken Lu pilih. Gue sih punya banyak tenaga buat bikin onar di negeri ini.” Kira-kira begitulah.

Nyaris setiap McCain datang ke sebuah negeri, ancaman disintegrasi langsung terbayang di depan mata. Dia punya kerja di Libya, Yaman, Ukraina, Suriah, dan lainnya. Hasilnya, sudah sama-sama kita tahu. Seolah John McCain ini seperti “devil penebar disintegrasi“.

Amerika bisa menghidupkan gerakan separatis unt membubarkan NKRI; seperti mereka telah mengacak-acak Libya, Yaman, Suriah, Iraq dll. Maka itu, beberapa wkt lalu kita lihat ada move-move gerakan OPM di Papua dan demo OPM. Ini hanya skedar penegasan, bhw McCain tdk main-main.

Atas ancaman seperti ini, tampaknya elit-elit TNI pada ngedrop. Mereka cari jalan aman, dengan menghindari risiko disintegrasi bangsa. Caranya ya menjaga baik-baik kemenangan Jokowi yang dibidani KPU, MK, dan lainnya. Malah kepala TNI sempat bilang, kalau ada demo anarkhis, silakan tembak di tempat! Ya Ilahi, ke anak bangsa sendiri seperti itu.

Harusnya, pihak TNI berani hadapi ancaman-ancaman
separatis, juga tekanan-tekanan pendukung PKI. Masak kemana-mana bilang “NKRI harga mati” sambil tidak berani hadapi kekuatan asing?

Tidak layak elit TNI mengancam para penggembira ISIS dari kalangan penjual es krim, tukang warnet, tukang tambal ban, dan sejenisnya; lalu mengabaikan tantangan dari kalangan pendukung PKI, mafia asing, dan orang-orang seperti McCain. Mana dong buktinya, “NKRI harga mati”?

Kalau Amerika bisa menekan Indonesia dengan isu disintegrasi, berarti mereka akan melakukan hal itu, bila waktunya tiba. Apa bedanya tantangan kini dan nanti? Hanya soal waktu saja kan, sedang esensinya sama.

Dengan slalu memilih jalan aman, elit-elit TNI seperti tidak menginginkan ada perubahan significant dalam kehidupan bangsa ini. Jauh sekali dari ide membangun bangsa yang: bersatu, berdaulat, adil dan makmur..


Read More

Bagikan