NAVIGASI

Tampilkan postingan dengan label Kerusuhan disilang monas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerusuhan disilang monas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Agustus 2014

SAYA SAKSI MATA dan SALAH SATU KORBAN KEBIADABAN APARAT KEPOLISIAN





Aksi Rakyat Menggugat siang tadi di MK tepatnya di depan Patung Kuda depan Indosat AWALNYA BERLANGSUNG DAMAI, disiplin dan tertib namun berakhir dg kericuhan luar biasa!!! tapi semua fakta tsb di tampik pihak Polri. Pihak Polri dlm pernyataan mengatakan bahwa, tidak ada jatuh korban, itu bohong besar dan menyesatkan.
Bukti banyak jatuh korban bisa dicek di RS Budi Kemulyaan dan RSPAD Gatot Soebroto.

KRONOLOGI KEJADIAN sbb. (tapi sayang sy tdk memiliki dokumentasi krn chaos nya keadaan)
-Jam 13.00 massa dan 6 kendaraan komando bergerak maju mendekat pembatas kawat berduri, dibelakang kawat berduri berjejer ratusan aparat kepolsian bersenajata lengkap, dibelakang mereka telah siap 2 unit barakuda.
- selama kami berada didepan barikade tsb, orasi dan nyanyian lagu perjuangan secara silih berganti disampaikan dari atas mobil komando tsb.
- mulai sekitar jam 13.45 hingga 14.15 berkali-kali negosiasi kami lakukan kpd Kapolres dan komandan lapangan agar dpt diizinkan masuk minimal 10 meter saja dari tempat semula, namun sedikitpun permintaan kami tidak ditanggapi.
- Tepat pukul 13.25 Tragedi pelanggaran hak azasi manusia itu pun terjadi.
Tragedi itu bermula dg adanya provokasi dari salah satu anggota PHH (Pasukan anti Huru Hara) dg melempar aqua gelas yg dilemparkan ke arah massa.
Massa marah dan menyambut lemparan tsb dg melakukan perlawanan dg memukul bambu ke arah tameng anggota PHH yg berjumlah sekitar 100 orang.
Aksi massa tsb hanya hitungan tidak lebih 10 detik langsung disambut dg tembakan gas air mata, watter canon dan tembakan peluru karet yg bertubi-tubi di arahkan ke pengunjuk rasa.

Aksi brutal aparat kepolisian tsb tidak sampai disitu, mereka terus mengejar massa yg lari porak poranda menyelamatkan diri dari tembakan bertubi-tubi dan semburan gas air mata !!!!
Saya dan bbrp rekan (kurang lebih 7 orang) bertahan ! bahkan mundur setapakpun tidak kami lakukan. Kami tetap bertahan dan bertiarap di dalam bak terbuka mobil komando.

Beberapa saat lamanya kami tetap bertiarap dan pasrah menerima siraman watter cannon, tembakan gas air mata yg dijatuhkan kdlm bak mobil dan tembakan peluru karet yg diarahkan ke badan mobil.

selang bbrp waktu, sy mencoba berdiri sesaat untuk mengamati situasi sekitar. Tampak jelas bekas-bekas kekacauan terjadi. Keadaan sepi... yg tersisa hanya mobil komando yg kami naiki. Para Pejuang kebenaran lainnya sementara berlindung di tempat aman.

Namun sy tdk dpt terlalu lama mengamati keadaan tsb, krn secara tiba-tiba puluhan aparat menyerbu mengepung kendaraan tempat kami berlindung tsb.
Kekalutan dan kepasrahan akan menemui Sang Kholik terbanyak jelas di benak saya. Mengapa demikian???? dalam keadaan posisi kami terkepung, kami masih di "hadiahi" tembakan gas air mata jarak dekat dan pukulan tongkat dan tembakan peluru karet !!! Saya tawakkal dan terus berzikir memohon mu'jizat keselamatan buat rekan-rekan sy yg ikut terjebak.
Dalam keadaan terjepit tsb, dr pd mati tanpa perlawanan lebih baik sy melakukan perlawanan, itu tiba-tiba muncul dlm pikiran saya.
Sy memberanikan diri berdiri di atas mobil memekikan TAKBIR dan TAHLIL berkali-kali sambil tetap dihujani air dr mbl barakuda yg dibeli dr uang rakyat tsb.
Atas Kuasa dan berkat Rahmat Alloh SWT, tiba-tiba mereka mundur dan menjauh beberapa meter. Lalu segera sy menyuruh kawan-kawan yg masih tiarap tsb utk keluar dan turun dr mobil tanpa ada luka berat. Alhamdulillah mereka berhasil menepi dg dibantu bbrp tukang asongan dan wartawan.

Terakhir tinggal saya, sy mencoba turun dr mobil, ketika akan turun kaki kanan sy tepat nya di lutut mendapat pukulan yg menyebabkan sy terjatuh dr bak mobil yg tingginya kurang lebih 1,5 meter.
Saya tergeletak di jalan.... dlm keadaan itu sy liat ada seorang wartawan juru foto mengambil gambar dan seorang polisi berdiri sombong. Saya katakan:
" Silahkan kalau Bapak ingin tembak, sy siap !!! demi perjuangan dan Jihad membela Bangsa dan Negara apalagi untuk melawan anda PASUKAN DAJJAL !!!"
Dia terdiam, tak begitu lama datang seorang warga membantu saya berdiri dan memapah saya ketempat yg aman.

Tidak lebih 10 menit datang mobil ambulance Gerindra, dan saya dibawa ke UGD RS Budi Kemulyaan utk mendpt penanganan medis.
Sy bersyukur atas kebesaran Alloh SWT, krn dlm dahsyat, brutal, kejam perlakuan aparat kepolisian sy tdk mengalami luka berat, hanya memar dan bengkak di lulut kaki kanan saja. Kalau perih di mata akibat gas air mata memang terasa tp tdk terlalu perih krn sy sdh menoreh odol pd sekitar mata dan masker sdh sy gunakan sblm kejadian brutal tsb terjadi. Syukur Alhamdulillah, berkat lindungan Alloh Azza Wajalla, sy dan ke 7 rekan yg digempur dg hujaman peluru karet namun sedikipun tdk terasa bekasnyapun tidak ada. Allahu Akbar !!!

Selama di UGD saya saksikan puluhan rekan-rekan kita tlh jd korban, byk yg luka ringan , sesak napas akibat menghirup gas air mata dan byk yg luka berat akibat hujaman peluru karet.

2 Wartawan media cetak, dan 1 TV swasta (tdk perlu sy sebutkan, kuatir nanti mereka mdpt intervensi) datang mewawancari saya di RS, sy ceritakan kpd mereka bagaimana Pasukan Dajjal itu menggempur habis-habisan para Relawan dan Pejuang Keadilan Kebenaran secara brutal dan biadab !!!

Kalau akhirnya, pukul 20.44 (21/8/14) MK telah mengambil keputusan, namun saya tetap bangga telah menjadi bagian pembuktikan bahwa boleh saja seluruh lembaga Pemilu dan lembaga hukum bermain dg rasa keadilan dan kebenaran. Tapi Rakyat Bersatu TIDAK BISA DI KALAHKAN. Saya akan tetap berjuang dan berdiri bersama Pak Prabowo menumpas penjajah, perampok dan penghianat Bangsa !!!

silahkan sebarkan !!! toh wartawan pun akan menyiarkan berita ini mengkonter berita kebohongan mereka !!!
Read More

POLRI OVER ACTING TANGANI DEMO DAMAI PENDUKUNG PRABOWO-HATTA

Aksi damai relawan prabowo-hatta diMK

Propokasi dimulai oleh pihak polri


Aksi brutal POLRI menyebabkan banyak jatuh korban
Sejak tim Pembela Merah Putih mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 25 Juli 2014, hampir setiap hari massa pendukung Prabowo-Hatta berkumpul di tepi jalan Merdeka Barat di depan gedung MK Jakarta. Mereka melakukan demo damai dengan berorasi, menyanyikan lagu-lagu penyemangat, membawa bendera dan spanduk untuk mendesak MK agar memutuskan PHPU secara jujur & adil, bahkan sebagian melaksanakan sholat di pinggir jalan. Identitas mereka jelas dan ada korlap penanggungjawab, tak satu pun membawa senjata tajam, senjata api apalagi granat atau bom!

Sejak tanggal 20 Agustus 2014 malam diberlakukan siaga-1 untuk kawasan Gedung MK bahkan meluas sampai ke seluruh Jakarta, seolah para "teroris" akan menyerbu! Sampai-sampai Tomy Soeharto yang lama tidak terdengar kabarnya memberi komentar di akun fb-nya (http://nasional.inilah.com/read/detail/2129000/tommy-soeharto-beraninya-melawan-rakyat-sendiri#.U_e3aMU0Wgx)

Tanggal 21 Agustus 2014 disaat para Hakim MK membacakan bagian pembukaan dari keputusannya, terjadilah insiden itu. Media massa pro Jokowi-JK tentu saja memuat kejadian itu dengan bumbu kata-kata yang dibikin "seram" agar pembacanya tertarik dan mengecam tindakan pendukung Prabowo-Hatta, seperti tulisan ini: Kronologi Kerusuhan Massa Pro-Prabowo di MK (http://www.tempo.co/read/news/2014/08/21/083601284/Kronologi-Kerusuhan-Massa-Pro-Prabowo-di-MK), seolah-olah terjadi "kerusuhan besar" seperti Mei 1998!

(Saat ini kita mungkin sudah bisa membedakan mana media massa netral dan mana media massa yang tidak bermutu dan tidak berimbang dalam pemberitaannya, jadi dengan perkembangan teknologi sekarang ini untuk apa buang-buang duit beli koran semacam itu mending mencari berita melalui internet atau halaman-halaman di fb dari sumber beragam yang bisa mengimbangi. Kekuatan pendukung Prabowo-Hatta adalah 50% rakyat Indonesia, bila semua kompak tidak membeli koran atau media massa semacam itu, maka mereka akan kehilangan omset/oplah yang cukup besar, biar tahu rasa dan cepat bangkrut!)

Berikut ini tulisan dari dua saksi mata yang mengalami langsung kejadian tersebut namun tidak dimuat oleh media massa, sehingga POLRI memanfaatkan media massa untuk membela jajarannya seolah perbuatan mereka itu sesuai prosedur dan alasan macam-macam untuk membela diri:
- http://www.kaskus.co.id/thread/53f6b75cbdcb17df1d8b45a0/saya-saksi-mata-dan-salah-satu-korban-demo-di-mk-kemarin/
- https://archive.today/59BG4

Anda yang tidak berada di tempat kejadian (TKP) silahkan menilai sendiri kejadian tersebut, dimana TKP Patung Kuda itu berjarak sekitar 700-800 meter dari gedung MK sedangkan massa meminta maju hanya 10 (sepuluh) meter tapi dijawab dengan tindakan represif - lebih tepat: tindakan ANARKIS - dari aparat POLRI! Pantaskah POLRI disebut pelindung masyarakat?

- Fadli Zon : Polisi Over Acting, Copot Kapolda! (http://m.wartabuana.com/read/fadli-zon--polisi-over-acting-copot-kapolda.html)
- Jenguk ke RSPAD, Prabowo Minta Para Korban Demo MK Bersabar (http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/08/21/23032871/jenguk.ke.rspad.prabowo.minta.para.korban.demo.mk.bersabar)
- Prabowo Santuni Relawan yang Jadi Korban Aparat (http://nasional.inilah.com/read/detail/2129839/prabowo-santuni-relawan-yang-jadi-korban-aparat#.U_fg38U0Wgw)

Menghadapi pendemo dalam urusan masa depan bangsa ini yang terpecah dalam dua kubu yang jelas, POLRI mungkin lupa bahwa gaji, persenjataan dan perlengkapan mereka sebanyak 50% berasal dari kubu rakyat Indonesia yang mereka hadapi dengan cara kekerasan itu!
Read More

Bagikan